Teliti Agar Tak Mengalami Penipuan Saat Renovasi Rumah

Teliti Sebelum Renovasi Rumah – Ketika berencana merenovasi rumah, hal pertama yang biasa dilakukan adalah membandingkan harga material dari beberapa toko hingga membandingkan biaya tenaga kerja/tukang. Namun, saking tidak cermatnya kamu ketika memilih material bahkan tukang yang lebih murah, terkadang justru membuatmu menemui kontraktor yang tak jujur dan sekedar mengambil uangmu lalu pergi bahkan sebelum mengerjakan proyek renovasi rumahmu. Lalu, bagaimana caranya terhindar dari tindakan penipuan?

Terkadang sebagai pemilik rumah, kamu terlalu yakin bahwa tak akan mengalami tindakan penipuan. Padahal kenyataannya hingga kini masih banyak orang yang mengeluh proyek renovasi rumahnya tidak dijalankan sesuai rencana. Berikut ini beberapa informasi tips menghindari tindakan penipuan :

Penawaran Door to Door
Penawaran Door to Door | Gbr : anabailao.com

Penawaran Door to Door

Biasanya, sebuah kontratkor tidak ada waktu untuk melakukan door to door menawarkan harga murah untuk renovasi sebuah rumah. Jika ada kontraktor yang melakukan itu dan beralasan karena memang sedang ada proyek di area sekitar rumahmu, sebaiknya kamu cukup menaruh kecurigaan kepadanya. Diluar negeri pernah ada kasus dimana seorang yang mengaku bekerja di perusahaan kontraktor, secara door to door mendatangi rumah calon konsumennya dan mengatakan bahwa ketika mereka lewat daerah rumahmu, terlihat ada beberapa bagian rumah yang perlu diperbaiki seperti bagian atap, dinding dan hal-hal lain yang mereka lihat. Dia kemudian mengatakan bahwa masih memiliki barang-barang sisa proyek lain dan dapat menggunakannya pada rumahmu. Jika kamu menemukan orang seperti itu, waspadalah karena kemungkinan saja mereka hanya akan menipumu. Bentuk penipuannya bisa berbagai macam, misalnya tetap mengerjakan proyekmu namun menggunakan material dibawah standar bahkan ada yang tidak mengerjakan proyekmu sama sekali, padahal telah dibayarkan sebagian.

Teliti Sebelum Melakukan Pembayaran
Teliti Sebelum Melakukan Pembayaran

Pembayaran di Awal Terlalu Besar

Setiap kontraktor memiliki kebijakan sendiri-sendiri, namun biasanya yang terkait dengan pembayaran di awal, nilainya masih dalam batas kewajaran 20 % – 50 %. Jika lebih dari itu, sebaiknya jangan tanda tangan kesepakatan renovasi rumah. Yang paling baik adalah meminta pembayaran secara bertahap. Misalnya melakukan pembyaran sebanyak 30 % di awal renovasi, 30 % saat proses renovasi rumah sudah berjalan dan 40 di akhir kegiatan renovasi rumah. Artinya dengan cara ini, kamu tahu betul seberapa perkembangan pengerjaan rumahmu,

Diskon Jika Renovasi Sekarang Juga

Berhati-hatilah dengan penawaran yang berbatas waktu. Misalnya ada kontraktor yang menekanmu harus segera melakukan kontrak sekarang juga mumpung ada diskon yang berlaku sampai hari ini saja katanya. Jangan pernah merasa perlu mengikuti tekanan mereka untuk segera tanda tangan kontrak renovasi rumah karena segala hal yang terburu-buru hasilnya tidak terlalu bagus.

Harga Terlalu Murah & Perjanjian Tidak Jelas

Kamu harus berhati-hati bila ada kontraktor yang menawarkan biaya jasa atau material yang terlalu rendah. Dalam beberapa kondisi, banyak kontraktor yang tidak menuliskan RAB secara detail karena pemilik rumah lebih fokus pada angka total dari renovasi rumahnya. Sebaiknya perhatikan jenis bahan atau material juga agar saat proyek sudah dimulai, kamu tahu mana hal yang mereka kerjakan dan tidak. Untuk menghindari tindakan penipuan, kamu harus memastikan semuanya dibuat atau setidaknya kamu ketahui secara detail termasuk perencanaan pelaksanaan proyek akan seperti apa. Untuk kesepakatan harga pun harus dibuat rinci mencakup area yang akan direnovasi sebelum kamu melakukan penandatanganan kesepakatan.

Teliti Terkait Perijinan

Untuk proses renovasi yang cukup besar, kamu perlu mengurus ijin ke dinas terkait. Jika kamu ingin merenovasi rumah yang meliputi penambahan jumlah ruangan, memperluas ruangan, membuat bangunan baru diatas (lantai 2) atau di bagian samping rumah sebelumnya maka kamu harus membuat IMB untuk renovasi rumah. Jika kontraktormu menyarankan untuk tak melakukannya dengan alasan apapun, maka sebaiknya kamu berhati-hatilah.

Kontraktor Meminta Dana Tambahan

Bukan hal baru jika proses renovasi rumah mengalami over budget. Namun kamu harus memastikan bahwa dampak over budget ini memang memiliki alasan yang pasti & masuk akal. Jika kontraktor meminta dana tambahan untuk menyelesaikan renovasi rumahmu diluar yang telah disepakati dalam surat kontrak bersama, sebaiknya kamu perlu berhati-hati. Mintalah detail Addendum RAB jika memang biaya tambahan diperlukan. Pastikan yang mereka minta adalah hal yang masuk akal misalnya penambahan biaya pembelian keramik karena keramik yang diinginkan sebelumnya sudah tidak dijual, atau penambahan biaya karena memang kamu menambahkan fitur tertentu diluar kesepakatan awal dan semacamnya.

Terima kasih telah membaca artikel Teliti Agar Tak Mengalami Penipuan Saat Renovasi Rumah. Adakah tips lain yang kalian ketahui? Share di kolom komentar ya.. Jika Kamu ingin bangun rumah, kebutuhan renovasi rumah, bangun kost, gudang dsb atau sekedar konsultasi rumah, desain rumah di Jogja dengan Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada  | Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *